Senin, 23 November 2009

OPTIMALISASI PERAN SDM

Lembaga pendidikan merupakan sarana yang sangat strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia. Bahkan bagaimana wujud suatu bangsa ke depan itu sangat ditentukan oleh bagaimana sistem dan kualiatas SDM itu didesain.

Jika diketahui begitu peran strategis lembaga pendidikan dalam menentukan kualitas suatu bangsa, semestinyalah kita fokus dan powerfull dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan. Pendidikan sebagai sistem harus dilihat secara holistik dan mengembangkannyapun harus secara holistik. Kita tidak bisa mengukur kualitas pendidikan dari sisi kognisinya saja, sebab tujuan pendidikan bukan hanya menfokuskan program pada aspek kogisi saja.

PELATIKAN MABINAS PRAMUKA SIT

Pada awal liburan kenaikan kelas bulan Juli 2009 di Lembaga Pendidikan Pramuka Nasional (Lemdikanas) Cibubur-Jakarta telah dilakukan pelantikan anggota Majelis Pembimbing Nasional Pramuka SIT oleh Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Kak Prof. Dr. dr. H. Azrul Azwar, MPH (berdiri di depan no. 3 dari kanan).

Bertindak selaku Ketua Majelis Pembina Nasional Parumaka SIT adalah Kak Drs. Sukro Muhab, MSi (berdiri no.4 dari kanan). Direktur NURUL ISLAM KREMBUNG Kak Drs. Toto Sunarsono (berdiri di depan paling kiri) juga telah dikukuhkan sebagai anggota Majelis Pembimbing Nasional Pramuka SIT. Pengukuhan itu menunjukkan bahwa kiprah anggota Pramuka SIT Gugus Depan Sidoarjo 06087-06088 yang berpangkalan di SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG dalam pentas kegiatan pramuka nasional sangat disegani dan dihormati. Ide-ide cemerlang untuk megembangkan potensi kebaikan para pemuda dan generasi muda dari SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG sangat didengar dan diperhitungkan dalam pentas kegiatan pramuka nasional.

Dengan duduknya Direktur Nurul Islam Krembung, Drs. Toto Sunarsono dalam Majelis Pembimbing Nasional Pramuka SIT, memberi kesempatan lebih luas untuk megembangkan nilai-nilai kebaikan khusunya di lingkungan Gerakan Pramuka secara nasional. Hal itu sekaligus menjadi pemacu semangat untuk melakukan peingkatan mutu kegiatan kepramukaan yang ada di SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG. Bravo Nurul Islam Krembung.

PRAMUKA SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG


Inilah para anggota Pramuka Penggalang dari Gugus Depan (Gudep) SIDOARJO 06087-06088 yang berpangkalan di SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG. Kegiatan Pramuka ini salah satu kegiatan yang dikembangkan di SDIT NURUL ISLAM KREMBUNG untuk mengakomodasi dan mengembangkan potensi siswa dalam bidang kepemimpinan , kemandirian, dan kesetiakawanan sosial.

Kegiatan Pramuka di SDIT NURUL ISLAM dilaksanakan secara terpadu. Ke depan Pramuka ini akan lebih diarahkan menjadi Gugus Depan berbasis komunitas, artinya anggotanya tidak hanya berasal dari siswa SDIT NURUL ISLAM saja tetapi juga bisa berasal dari masyarakat sekitar. Dengan mengintegrasikan keanggotaan ini diharapkan akan bisa memberi pengalaman kegiatan yang lebih bervariasi dan lebih riil kepada para peserta didik. Sedangkan kegiatan latihan kepramukaan dilaksanakan setiap hari Jum'at untuk adik-adik Pramuka Siaga dan hari Sabtu untuk adik-adik Pramuka Penggalang. Bravo Pramuka NURUL ISLAM KREMBUNG !

STUDI DI SEKOLAH HIGH/SCOPE INDONESIA


Upaya untuk melakukan "improvement" di lingkungan Nurul Islam Krembung terus dilakukan. Sebagai tindak lanjut untuk mengembangkan program "bilingual community" pada tahun pembelajaran 2009 di Nurul Islam Krembung, Drs. TOTO SUNARSONO selaku Direktur SIT NURUL ISLAM bersama Arif Andi Yudanarko, AMd. selaku Direktur Risbang Yanuris melakukan studi banding ke Jakarta. Studi Banding ini dilakukan pada dua sekolah. Pada hari Senin, 26 Oktober 2009 studi banding dilakukan pada SDIT NURUL FIKRI Depok.
Studi banding ke Nurul Fikri Depok lebih banyak menekankan pada pengembangan mutu SDM tenaga pendidik dan kependidikan. Alhamdulillah, dari Nurul Fikri Depok bisa didapatkan banyak hal tentang strategi pengembangan mutu SDM termasuk dalam pengembangan karirnya.

Pada hari Selasa, 27 Oktober 2009 silaturrahim dilakukan pada HIGH/SCOPE INDONESIA BINTARO, sekolah internasional dengan lisensi Amerika Serikat. HIGH/SCOPE INDONESIA yang menyelenggarakan pendidikan mulai dari prasekolah sampai SMA. Uniknya sekolah ini dikelola oleh Antarina Sulaiman sang cucu Ki Hajar Dewantara yang sedang prihatin memperhatikan pendidikan anak-anak di Indonesia yang cenderung tidak kreatif. Sekolah yang bermodalkan Rp 500 juta ini pada mulanya hanya diminati oleh 8 anak. Eam bulan kemudian ada siswa pindahan sebanyak 100 anak.

Setelah masa berlaku lisensi melalui Singapura habis, Antarina Sulaiman berusaha mengurus lisensi langsung dari Amerika, dan alhamdulillah berhasil pada tahun 2000 kemarin. Kini murid di HIGH/SCOPE INDONESIA telah mencapai 700 anak dengan 120 orang guru telah menempati area seluas 1,2 Ha. Untuk masuk pendidikan prasekolah di High/Scope Indonesia anda harus mempersiapkan dana sebesar Rp 12 juta untuk uang pangkal dan Rp 4,3 juta per 3 bulan untuk SPP.

Banyak hal yang berbeda dengan sekolah konvensional pada umumnya. Bahasa Inggris menjadi bahasa sehari-hari di High/Scope Indonesia. Dan ketika kami masuk memang tampak sekali anak-anak sangat enjoy dan fun. Mereka belajar dalam keadaan yang sangat santai, tanpa tekanan. Walau sekolah ini kegiatan belajarnya mulai pukul 07.30 - 15.00 wib tapi kelihatan sangat fun. Kami sempat masuk dari kelas ke kelas dengan didampingi oleh Pak Sapto Sugiharto selaku Kepala "Elementary School". Setiap hari ada pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris sebanyak 2 jam pelajaran. Yang unik lagi bahwa kenaikan kelas dilakukan 2 tahun sekali, ini barangkali yang membuat guru tidak tergesa-gesa dikejar-kejar target untuk menyelesaikan target kurikulum.

Ada hal yang sama atau mirip dengan sistem pembelajaran di SDIT NURUL ISLAM Krembung bahwa di tiap kelas disediakan 2 unit komputer dan 2 orang guru.sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran. Proses pembejaran dilakukan dengan pendekatan "active learing" dan pembelajaran terpadu serta menjadikan sekolah sebagai komunitas pembiasaan berbahasa inggris. Semoga semua usaha ini bermanfaat untuk mengembangkan NURUL ISLAM KREMBUNG sebagai sekolah yang "TERDEPAN DALAM MUTU DAN PELAYANAN". Wallohu'alam.


TKIT SE KABUPATEN LUMAJANG STUDI KOMPARASI KE TKIT NURUL ISLAM KREMBUNG

TA dan TKIT "NURUL ISLAM" KREMBUNG semakin mengokohkan diri sebagai lembaga pendidikan prasekolah yang Terdepan dalam Mutu dan Pelayanan. Visi tersebut memang sangat berenergi untuk memotivasi semua warga Nurul Islam agar bekerja keras, cerdas dan ikhlas mewujutkannya.

Berbagai upaya yang halal dan thoyib terus dilakukan untuk mewujutkan Nurul Islam sebagai lembaga pendidikan yang Terdepan dalam Mutu dan Pelayanan ini. Sebagai lembaga pendidikan Islam, Nurul Islam harus menjadi cermin pesona dan keindahan Islam sebagai sistem kehidupan yang holistik dan rahmatan lil'alamin. Nurul Islam Krembung harus menjadi penyulut kebangkitan mutu pendidikan bagi warga masyarakat Krembung dan sekitarnya. Keterbaatasan sumber daya harus menjadi penyemangat keberhasilan pendidikan islam.

Manajemen yang hebat adalah sistem manajemen yang bisa mendaya gunakan keterbatasan sumberdaya menjadi motivasi bagi civitas pendidikan bangkit sebagai solusi keterbatasan menjadi kedahsyatan. Al-Qur'an dan AsSunnah adalah sumber inspirasi yang tidak pernah habis ditimba untuk dijadikan panduan menuju kebangkitan pendidikan bermutu.

"Networking" perlu terus dikembangkan. Kehadiran 20 orang Kepala Sekolah dan Guru TKIT se Kabupaten Lumajang ke TA dan TKIT NURUL ISLAM KREMBUNG pada hari Senin, 09 Nopember 2009 adalah sisi lain dari terbangunnya kerja jaringan. Diskusi dan sharing antara pihak-pihak yang hadir, sangat berarti dalam pengembangan sistem manajemen dan pembelajaran di masing-masing lembaga pendidikan prasekolah ini. Tampak dalam foto di atas, Ketua Rombongan Kepala dan Guru TKIT se Kabupaten Lumajang sedang menyerahkan tali asih kepada Ustd. Yuyun selaku Kepala TA "NURUL ISLAM" KREMBUNG. Semoga apa yang baik di Nurul Islam Krembung bisa dikembangkan di Kabupaten Lumajang. Wallohu'alam biShawab.

Selasa, 16 Desember 2008

Standarisasi Guru Al-Qur'an

Sebagai sekolah berbasis keagamaan, SIT NURUL ISLAM menjadikan Al-Qur'an sebagai kurikulum utama. Al-Qur'an merupakan sumber inspirasi bagi pengembangan sumber daya insani SIT NURUL ISLAM. Semua warga sekolah, khususnya guru, karyawan, dan siswa harus bisa membaca Al-Qur'an secara tartil. Begitupun para orang tua murid perlu difasilitasi untuk belajar Al-Qur'an, karena Al-Qur'an adalah sumber nilai.

Pembelajaran Al-Qur'an bagi sekolah-sekolah islam harus mendapat porsi perhatian yang serius. Ini merupakan harga pokok yang harus ditunaikan dalam proses pendidikan dan pembelajaran bagi sekolah islam. Sistem sekolah harus didisain secara sistemik dan sistematis untuk mensupport kegiatan pendidikan dan pembelajaran Al-Qur'an. Sekolah islam harus berani menjamin bahwa setiap siswa yang lulus dari sekolahnya mesti sudah bisa membaca Al-Qur'an. Begitupun para gurunya harus dipastikan sudah bisa membaca Al-Qur'an. Guru sekolah islam tidak boleh buta huruf Al-Qur'an. Jika masih ada guru yang buta huruf al-Qur'an, harus diadakan program yang menjamin akan bisa menuntaskan guru yang buta huruf al-Qur'an.

Setelah menuntaskan guru yang buta huruf al-Qur'an, program berikutnya adalah melakukan standarisasi guru dalam kemampuannya membaca al-Qur'an. Standarisasi ini penting, karena mereka para guru akan menjadi qudwah hasanah khususnya dalam membaca al-Qur'an. Para guru harus menjadi panutan dalam membaca al-Qur'an. Perhatian sekolah islam terhadap tim guru yang mengajarkan al-Qur'an secara intensif terus dikembangkan secara sistemik. Jika perlu dilakukan "out sourching" atau kerjasama dengan lembaga pendidikan yang memproduk guru al-Qur'an, untuk memastikan mutu tim guru Al-Qur'an.

Setelah standarisasi mutu guru al-Qur'an, berikutnya adalah melakukan stadarisasi sistem pembelajaran al-Qur'an. Sistem pebelajaran ini harus bisa mempermudah anak-anak / siswa dalam belajar membaca al-Qur'an. Khusus di SIT NURUL ISLAM selambat-lambatnya kelas lima siswa sudah harus bisa membaca al-Qur'an dengan tartil, sebab kelas enam anak-anak harus konsentrasi pada persiapan ujian akhir sekolah.

Hal yang juga penting adalah bagaimana sekolah islam bisa menciptakan iklim untuk melahirkan budaya membaca al-Qur'an. Tiada hari tanpa membaca al-Qur'an. Budaya membaca al-Qur'an ini akan mempercepat terbentuknya masyarakat utama yang dirindukan kehadirannya oleh ummat dan bangsa ini. Sekolah harus membuat disain program dan pelaksanaan program yang terkawal dan sinergis dengan para orang tua murid di rumah, untuk membangun budaya membaca al-Qur'an di sekolah maupun rumah.

Seiring dengan mengembangkan budaya membaca al-Qur'an, budaya mentadaburi dan mengamalkan al-Qur'an serta memperjuangkannya harus menjadi program yang integral dalam sistem pembelajaran al-Qur'an di sekolah islam. Al-Qur'an harus menjadi ruh dan sumber inspirasi warga sekolah. Itulah urgensinya mengapa guru al-Qur'an harus distandarisasi.

Sekali lagi fungsi strategis guru al-Qur'an harus diberdayakan secara sistematis dan sistemik. Wallohu'alam.
REVITALISASI LEMBAGA KELUARGA
Drs. Toto Sunarsono*




Idealisme pemuda dan pemudi muslim setelah melakukan proses pengejawentahan atau pembinaan dan pengokohan diri adalah membentuk keluarga yang sakinah, mawadah wa rahmah. Dari keluarga ini akan melahirkan keturunan yang banyak dan akan membentuk struktur masyarakat dan bangsa dalam wilayah suatu Negara bahkan mentyebar keseluruh dunia. Firman Alloh SWT dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa’ ayat 1 :
Artinya:
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang Telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan Mengawasi kamu ( QS 4:1)
Memperhatikan ayat di atas memberi kesan bahwa manusia itu berasal dari satu iradah yang berhubungan dalam satu rahim., bertemu dalam satu koneksi, bersumber dari satu asal usul, dan bernasab kepada satu nasab. JIka hal ini disadari para manusia, maka sirnalah segala perpecahan yang mencerai-beraikan mereka.
Selain itu juga manggambarkan bahwa dasar kehidupan manusia atau masyarakat adalah keluarga. Dari keluarga inilah berdiri sistem kemasyarakatan manusia, yang mesti ditegakkan di atas landasan akidah. Karena itulah, Islam memandang betapa perlunya dipelihara kekeluargaan ini, dikokohkan tali temalinya, dimantapkan bangunannya, dan dilindungi dari segala hal yang melemahkan bangunan tersebut.
Karena keluarga merupakan pondasi masyarakat, maka pengokohan keluarga bagi para aktifis da’wah merupakan suatu keharusan. Pengokohan keluarga bagi seorang aktifis berarti menjadikan keluarga sebagai pusat da’wah islam yang memancarkan cahaya dan petunjuk bagi masyarakat disekitarnya. Dari kelurga yang menjadi pusat da’wah ini akan semakin memperluas spectrum hidayah, dan akan memperkokoh ikatan antar keluarga muslim yang satu dengan keluarga muslim lainnya.
Keluarga muslim sejati mesti mendambakan hadirnya anggota keluarga yang qurrata ‘ayun dan menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa. Sebagaimana do’a yang disenandungkan :
Artinya :
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (Kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS 25 : 74)
Do’a itu secara sistemik dan sistematis akan berusaha diwujudkan bagi para keluarga muslim dan atas ijin Alloh SWT akan menjadi kenyataan. Sehingga keluarga ini dengan keikhlasan, kesabaran, hikmah dan nasehatnya akan menarik hati para tetangganya membimbing menuju jalan yang diridloi Alloh SWT. Dari keluarga inilah yang akan menjadi rahmatan lil ‘alamin yang berwujud hadirnya perubahan dan perbaikan masyarakat.
Keluarga muslim ini juga melakukan kaderisasi kepemimpinan ummat secara sistemik dan sinergis, sebagaimana yang digambarkan dalam hadits Rasulloh saw. Dengan amanah tanggung jawab dan wilayah tugas yang jelas dalam hadits di atas, keluarga muslim akan memiliki kualitas kepemimpinan yang teruji. Masing-masing anggota keluarga berusaha menjadi tauladan dalam melaksanakan amanah tanggung jawabnya. Keteladanan ini akan berpengaruh secara efektif dalam perubahan dan pewarisan nilai. Keteladanan dalam keluarga akan melahirkan ta’aluf (kesatuan hati), persenyawaan dan kecitaan yang tulus. Dalam atmosfer ta’aluf dan semangat kesatuan, setiap anggota keluarga akan tahu dan memahami karakter dan rambu-rambu genarasi di atasnya.
Dengan kaderisasi amanah tanggung jawab ini akan terjadi proses mu’ayasyah (koeksistensi) yang menyatukan kebijakan orang tua dengan dinamika dan kekuatan pemuda dalam perpaduan hikmah, kekuatan dan kewajaran. Proses ini akan melahirkan kader yang memiliki kompetensi sebagai mana dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 136-137, yang berbunyi :
Artinya :
Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS 3:146)
Ayat tersebut merupakan standar kaderisasi yang harus dikembangkan oleh keluarga muslim, yalitu keluarga yang mampu melahir kader dengan kompetensi :
a. Rabbaniyah
b. Tegar dalam menghadapi tribulasi (problematika) kehidupan
c. Tangguh
d. Tidak akan menyerah kepada musuh
Jika masing-masing keluarga melakukan proses revitalisasi kelembagaannya sebagaimana yang dijelaskan di atas, masyarakat akan memiliki stock pemimpin yang siap ditata sebagaimana batu bata dalam bangunan yang kokoh tak tertandingi.
Wallohu’alam.